Kamis, 01 November 2012

quote saya

saya sok2an nih ikut2an mau bikin quote.
tapi ini juga bisa jadi quote buat anda.
kan kita memang satu bangsa, jadi bisa buat siapa saja.
eheeeuuu..

#quotesaya #disiplin itu sulit untuk orang yang malas
#quotesaya salah satu pilar sukses adalah #disiplin
#quotesaya kalau mau kaya, harus #disiplin
#quotesaya orang malas banyak alasannya kalau mau #disiplin

udah itu dulu ya
semoga saya dan kita terpacu oleh quote ini

Rabu, 24 Oktober 2012

ucapan kelahiran anak

Pernah lihat atau dengar kalimat ini tidak? Biasanya diucapkan ketika ada anak yang baru lahir sebagai ucapan selamat dan doa.

"Selamat ya.. semoga menjadi anak yang saleh, berbakti pada orang tua, nusa dan bangsa serta agama."
"Semoga menjadi anak kebanggan bagi orang tuanya."
"Semoga menjadi anak pintar, cantik dan berbudi pekerti luhur."

Semua doa dan ucapan dari mulut orang lain kepada si bayi yang baru lahir terasa berkah.

tapi lucunya, jadi timbul pertanyaan, sbb:
Apa bisa si anak nantinya jadi anak saleh, kalau orang tuanya hobi korupsi?
Apa mungkin si anak jadi berbakti pada orang tua, padahal si orang tua sendiri tidak mau membiayai ibunya yang terbaring di rumah sakit?
Apa mungkin bisa menjadi kebanggaan nusa dan bangsa, kalau si orang tua ternyata gembong pelaku ilegal logging?
Apa bisa si anak menjadi teladan yang baik bagi umat, kalau orang tuanya rentenir?
Apa yang mau dibanggakan si anak, kalau ternyata orang tuanya, punya banyak simpanan?
Bagaimana si anak jadi cantik, kalau orang tuanya tidak ada yang cantik?
Bagaimana si anak mau menjadi anak yang sopan, kalau orang tuanya tidak sopan kepada tetangga?

segala doa itu rasanya bisa langsung menjadi cerminan bagi orang tuanya.
seperti pepatah bilang, buah tidak pernah jatuh terlalu jauh dari pohonnya. begitu juga tentang anak.
hal ini seharusnya jadi cerminan bagi orang tua, ketika mereka menghadapi kesulitan tentang anak suatu hari nanti. bisa jadi, itu lah buah yang mereka lakukan dulu.

lain hal kalau memang orang tuanya baik2, lantas anaknya jadi begundal teroris. nah ini perlu ditelusuri dari mana salahnya.
kesalahan anak pasti ditanggung juga oleh orang tuanya. jadi kalau mau introspeksi, lakukan dari dua arah, anak ke orang tua, orang tua ke anak. tidak ada manusia sempurna, maka dari itu introspeksi saja, saya rasa sudah bisa membuat segalanya berubah ke arah yang lebih baik.

--
hehe.. serius amat ya..
saya titip pesen ya, kalau ada kerabat atau teman yang baru melahirkan, ucapannya jangan cuman untuk bayinya aja, juga untuk orang tuanya, jadi biar semua didoakan dan diberi selamat.

Senin, 22 Oktober 2012

kakek kakek

Saya pesen ya sama pembaca yang ganteng2, yang cute2, yang cantik2...

Kalau punya kakek atau bapak yang sudah tua dan sedikit pikun, apalagi sikapnya sudah kembali seperti anak2 lagi; kalau kemana2, tolong diantar ya. jangan dibiarin sendiri. kasihan. nanti nyasar. nanti nyelonong aja kemana2. nanti kalau lapar haus, minta2 ke orang lain.
Tidak apa repot sedikit, yang penting mereka ada di bawah pengawasan kita. awasi lah dengan penuh kasih sayang ya.

--

Tadi saya naik kopaja. ongkos kopaja kan 2 ribu ya, saya kasih ke kernetnya lembaran 5 ribu. kembalinya? ya, 3 ribu dong hehe.. lembaran 2 ribu dan recehan gopek 2.

Seorang kakek disebelah saya tahu2 menyodorkan tangannya.
"Minta itu." Minta kembalian saya maksudnya. Kembalian yang lembaran 2 ribu. saya langsung kasih saja. saya langsung mikir, ini kakek2, pasti udah tua banget ya, sampai dia sudah seperti anak kecil saja, minta ini itu tinggal tunjuk dan tidak malu lagi. saya kasihan. lalu sisa gopek 2, saya kasih lagi. saya liat dompet kecil saya, hehehe.. abis dong ongkos.. 

Lalu si kakek mengoceh ini itu. dia bilang, dia di jakarta dari tahun 1950-an. dulu, gedung Sampoerna Strategic itu adalah pabrik pakaian milik orang Cina. saya nyengir2 saja. di pikiran saya, gimana ya ongkos pulang saya. hahaha... 

tu kakek turun di Polda. Oh iya, kernet juga sempet kasih 2 ribu ke dia.

Kakek2 itu, pakaiannya rapih. hanya saja senang ngoceh sana sini. kadang omongannya tidak jelas. dan kalau sudah lihat duit, wah bisa langsung minta tanpa 'maaf' malu. dia pergi sendiri loh, tidak ada yang antar. saya kasihan. kemana ya anaknya? atau cucunya? atau ponakannya? atau siapa pun yang termasuk keluarganya yang masih sehat muda dan kuat. kenapa mereka tak peduli?
Lain hal kalau si kakek masih sehat mentalnya, belum balik ke mental anak kecil lagi. dan belum ngomong ngalur ngidul. enggak apa2 itu pergi sendiri.

Peka lah, peka lah.. kasihan loh yang begini.

Kita juga tidak muda terus kan? suatu saat kita bisa seperti itu.

--

Kemarin dulu saya juga sempat bertemu nenek tua yang lupa membawa ongkos di angkot. saya kasih saja yang ada di kantong saat itu, diluar ongkos.
padahal nenek itu masih sehat, buktinya, dia sampai tidak lupa membawa air teh yang diplastik untuk dirinya minum.
seteleh dia meraba kantongnya, memeriksa kantong di celana, di dalam 'maaf' kutang, enggak ketemu uangnya. saya sudah feeling, dia pasti lupa sama uangnya.
saya kasih saja. lupa saya kasih berapa, yang pasti senyumnya kembali merekah ketika dia menerima uang dari saya.

--

Penting bagi kita untuk peduli dan peka terhadap generasi tua kita, mulai lah dari keluarga. Jangan dicuekin.
Sayangi mereka. kalau sikap mereka sudah kembali menjadi seperti anak kecil, sayangi mereka seperti mengasuh seorang anak. karena saat itu mungkin ingatan mereka sudah mulai diambil Tuhan, lalu fisik, kedewasaan, dll.
Intinya, bersabarlah. dan berdoalah agar kita tidak seperti mereka ketika kita tua nanti.

Hiduplah untuk 100 tahun. melihat cucu dan cicit dewasa. tapi jangan sampai sakit2an, atau merepotkan mereka.